BERITA PERKIM
02 March 2010

Rumah Susun Tak Berkembang

Surabaya, Kompas - Pembangunan rumah susun di Surabaya agaknya berjalan di tempat. Para pengembang kurang berminat membangun rumah susun bagi masyarakat ekonomi bawah karena harga tanah di perkotaan mahal, sementara nilai jual rumah susun dipatok maksimal hanya Rp 144 juta per unit.

"Berulang kali Menteri Negara Perumahan Rakyat hingga Wakil Presiden memerintahkan para pengembang untuk membangun rumah susun milik (rusunami) bagi masyarakat ekonomi bawah di Surabaya. Namun, tidak ada pengembang yang tertarik," kata Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jatim Nur Wakhid, Senin (1/3) di Surabaya.

Menurut Nur Wakhid, ketidaktertarikan para pengembang beralasan. Masalahnya, dengan harga patokan rusunami Rp 144 juta per unit, para pengembang kesulitan membangun karena mahalnya harga tanah di tengah kota. Selain itu, minat masyarakat Kota Surabaya terhadap hunian berkonsep vertikal juga sangat kurang.

"Persyaratan pembangunan rusunami tidak ada bedanya dengan pembangunan rumah susun komersial. Padahal, harganya bertaut sangat jauh. Harga rusunami Rp 144 juta per unit, sedangkan harga rumah susun komersial bisa mencapai Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar," ucapnya.

Dengan harga rusunami Rp 144 juta per unit, masyarakat Surabaya cenderung memilih membeli rumah berkonsep horizontal (landed house) bertipe 36 hingga 40. Karena itu, banyak warga Surabaya akhirnya membeli rumah di pinggiran kota atau beberapa daerah di dekat Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik.

Semakin minimnya fasilitas permukiman dan mahalnya harga tanah di Kota Surabaya mengakibatkan para pengembang cenderung membangun perumahan di kawasan pinggiran. Hal ini terlihat dari volume pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) di Jatim sebanyak 12.500 unit pada 2009.

"Tahun ini pembangunan RSH di Jatim ditargetkan mencapai 20.000 unit atau sekitar 13 persen dari total pembangunan RSH secara nasional sebanyak 150.000 unit. Masyarakat lebih memilih RSH karena harganya, Rp 55 juta per unit, lebih terjangkau," kata Nur Wakhid.

Untuk penghuni "stren" kali

Mei mendatang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menargetkan pembangunan rusunami di Jambangan, Surabaya, rampung. Sejak tahun lalu, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim membangun beberapa blok rusunami berkapasitas total 240 keluarga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jatim Budi Susilo mengemukakan, pembangunan rusun lima lantai dengan tiap unit berukuran 28 meter persegi itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 30 miliar. Rencananya, rusunami ini diperuntukkan bagi warga penghuni stren kali Surabaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merencanakan pembangunan rusun di tengah kota bagi pekerja kecil dan kalangan menengah ke bawah. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Tri Rismaharini, pembangunan itu antara lain akan dilakukan di lahan- lahan milik Pemkot.

"Beberapa bidang lahan sudah disiapkan untuk pembangunan rusun. Sebagian di pusat kota, seperti kawasan Jembatan Merah dan Kayun. Sebagian di daerah pengembangan pembangunan, seperti di kawasan Surabaya bagian barat," tutur Rismaharini. (ABK/RAZ)

Kompas - 02 Maret 2010
   
 
Direktorat Permukiman dan Perumahan BAPPENAS
Jl. Taman Suropati No.2 Jakarta Telp. 021-3926186, 021-3927511 Fax. 021-3149641
email: perkim@bappenas.go.id