BERITA PERKIM
05 February 2010

KPR Tipe Kecil Meningkat

Solo, Kompas - Pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen oleh bank umum selama tahun 2009 di wilayah eks Karesidenan Surakarta meningkat, terutama untuk rumah tipe 70 ke bawah. Pertumbuhan kredit rumah tipe 70 ke bawah pada tahun 2009 mencapai 12,76 persen dengan nilai Rp 678 miliar sedangkan untuk tipe di atas 70 hanya tumbuh 1,79 persen dengan nilai 654 miliar.

Penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk tipe 70 ke bawah menempati pangsa terbesar dari total kredit properti, yaitu sebesar 43,36 persen. Sedangkan KPR tipe di atas 70 memiliki pangsa lebih kecil, yakni 41,86 persen, dan kredit rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) hanya menempati pangsa 8,81 persen.

Pada periode 2006-2008, pangsa KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) di atas tipe 70 lebih tinggi dibandingkan tipe 70 ke bawah.

Pemimpin Kantor Bank Indonesia Solo Dewi Setyowati mengatakan, tingginya pertumbuhan KPR dan KPA tipe 70 ke bawah tidak terlepas dari meningkatnya jumlah debitur, yakni dari 18.489 rekening pada tahun 2008 menjadi 19.037 rekening pada 2009.

"Jumlah debitur untuk KPR dan KPA di atas tipe 70 juga meningkat dari 5.051 rekening pada tahun 2008 menjadi 5.185 rekening pada tahun 2009," kata Dewi, Kamis (4/2), di Solo.

Kredit pengembang


Selain KPR, kata Dewi, kredit properti bank umum yang diberikan kepada pengembang pada tahun 2009 juga meningkat 11,5 persen dengan nilai Rp 93,3 miliar dari tahun sebelumnya. Kredit properti ini didominasi kredit modal kerja yang mencapai 55,91 persen serta kredit investasi sebesar 44,09 persen. Kredit yang diberikan kepada pengembang menempati 5,97 persen dari total kredit properti.

"Prospek KPR dan KPA pada tahun ini kami perkirakan akan semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin stabilnya suku bunga KPR, inflasi, dan nilai tukar. Kebutuhan rumah juga semakin meningkat sejalan pertumbuhan penduduk," kata Dewi. Perumnas

Meskipun pertumbuhan KPR di wilayah eks Karesidenan Surakarta meningkat, angka penjualan perumahan oleh Perum Perumnas Regional V Cabang Solo justru menurun. Selama tahun 2009, Perumnas menjual 71 unit rumah sederhana sehat (RSH) tipe 27, 29, dan 36 dari proyek mereka di Perumahan Bumi Wonorejo Indah di Wonorejo, Karanganyar. Tahun 2008, angka penjualan mencapai 105 unit.

"Kemungkinan hal itu karena pembangunan kami baru selesai pertengahan Desember 2009 sementara kecenderungan konsumen baru benar-benar bersedia akad kredit jika telah melihat rumah sudah terbangun," kata Manajer Perum Perumnas Regional V Cabang Solo Agung Pambudi.

Sejak Perumahan Bumi Wonorejo Indah dikembangkan tahun 1996 di lahan seluas 24 hektar, Perumnas telah menjual 1.600 unit, tersisa 100 unit yang ditargetkan terjual pada 2010. Sebelumnya, Perumnas mengembangkan perumahan di Mojosongo, Solo, dan telah terjual sebanyak 500 unit. (eki)

Kompas - 05 Februari 2010
   
 
Direktorat Permukiman dan Perumahan BAPPENAS
Jl. Taman Suropati No.2 Jakarta Telp. 021-3926186, 021-3927511 Fax. 021-3149641
email: perkim@bappenas.go.id